SELAMAT DATANG DI WEBSITE PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BIAK NUMFOR

Geografis

Gambaran Umum Biak Numfor

Kondisi Geografis
Kabupaten Biak Numfor terletak di sebelah utara daratan Papua, tepatnya di Teluk Cendrawasih. Secara astronomi terletak pada 0° 55’–1° 27’ Lintang Selatan dan 134° 47’–136° Bujur Timur. Kabupaten ini terdiri dari dua pulau besar, yaitu Pulau Biak dan Pulau Numfor, serta sekitar 42 pulau-pulau kecil di Kepulauan Padaido. Secara terperinci kondisi geografis dapat dijelaskan sebagai berikut :

Topografi dan Kelerengan
Kabupaten Biak Numfor memiliki keadaan topografis yang sangat bervariasi. Secara morfologi Pulau Biak dapat dibagi menjadi 4 (empat) satuan morfologi, yaitu satuan morfologi dataran, satuan morfologi bergelombang rendah sampai dengan sedang, satuan morfologi bergelombang tinggi dan satuan morfologi perbukitan kapur, untuk lebih jelasnya satuan morfologi. .

Satuan morfologi dataran berkemiringan paling banyak 2 persen, menempati 5 persen dari luas pulau. Kondisi morfologi tersebut banyak berada di tepi pantai, sebagian merupakan hutan laut di bagian selatan, yaitu di sekitar Biak Kota, Bosnik, Marauw daratan yang agak luas, yang lebarnya hanya 40-60 m terdapat di sepanjang pantai utara Pulau Biak (Korem dan ke bagian timurnya). Satuan morfologi bergelombang sedang mempunyai kemiringan antara 3-15 persen. Luas daerah tersebut lebih kurang 20 persen dari luas Pulau Biak, dimana terbentang di bagian tengah, sebagian kecil ditempati di Desa Wardo, Biak dan ke arah timur sebagian Desa Korem. Pada satuan morfologi ini merupakan daerah permukiman dan perkebunan. Satuan morfologi bergelombang tinggi mempunyai kemiringan antara 16-25 persen. Daerah ini tidak cukup luas, lebih kurang 15 persen dari luas pulau, dimana menempati bagian timur dari Desa Wardo bagian Utara, Desa Yenggarbun bagian selatan, Desa Korem bagian selatan dan bagian tengah dan barat Pulau Numfor. Daerah ini sangat jarang penduduknya dan hanya pada musim hujan saja dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Satuan morfologi perbukitan dapat dibedakan dengan bagian yang berlereng landai dan yang berlereng terjal. Medan bagian yang berlereng landai kemiringannya antara 26-45 persen. Bagian ini ada di bagian tengah, barat laut, bagian timur dan mengelilingi Pulau Biak.

Iklim
Dari hasil pencatatan Stasiun Meteorologi Kelas I Frans Kaisiepo Biak, suhu udara rata‐rata di wilayah Kabupaten Biak Numfor selama   tahun  2014 adalah 27,2oC.  Suhu  minimum rata‐rata pada tahun 2014 adalah 23,4oC sedangkan suhu maksimum   rata‐rata adalah 31,7oC. Sementara itu rata‐rata kelembaban udara pada tahun 2014 mengalami penurunan dibandingkan pada tahun 2013, yaitu 87%.

Untuk mengetahui intensitas hujan dapat dilihat dari data curah hujan. Dari data tahun 2014 tercatat rata‐rata curah hujan adalah 278,5  mm  dengan  curah hujan terbesar terjadi pada bulan Desember (457,1 mm) dan terendah pada bulan Maret (77,0 mm). Adapun rata‐rata jumlah hari hujan dalam   satu bulan adalah 19,5 hari hujan.

Rata‐rata penyinaran matahari setiap bulan pada tahun 2014 adalah 140,5 jam.  nilai ini lebih tinggi dari tahun 2013 yaitu sebesar 139,6 jam. Pada tahun 2014 penyinaran terlama terjadi pada bulan Oktober yaitu selama 173,9 jam.  Sedangkan  pada  tahun 2013 penyinaran terlama terjadi pada bulan Mei   yaitu 185,7 jam.

Dari data diperoleh ,rata‐rata  kecepatan  angin tiap bulan di tahun 2014 adalah 4 knots. Nilai ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar 4,3 knots.  Sedangkan untuk tekanan  udara  rata‐rata tahun 2014 lebih tinggi dari tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2014 sebesar 1008,0 mba  sedangkan  pada  tahun 2013 sebesar 1007,1 mba.

.Hidrologi
Kabupaten Biak Numfor yang terdiri atas Pulau Biak dan Numfor, tersusun oleh material batu gamping dengan vegetasi penutup hutan dan semak belukar memiliki pola aliran air permukaan trelis dan sub dendritik. Alirannya ada yang intermitent dan permanen mengalir sepanjang tahun, namun umumnya aliran sungainya pendek. Di Pulau Biak aliran permukaan (sungai) terdapat di bagian Baratlaut. Sedangkan di Pulau Numfor tidak terdapat aliran permukaan yang cukup berarti. Aliran sungai yang terdapat di Pulau Biak diantaranya Sungai Wardo, Sungai Mardori, Sungai Wapurdori (Napi) dan Sungai Busdori. Sungai-sungai ini bermuara di pantai barat. Sedangkan sungai-sungai yang mengalir ke pantai utara adalah Sungai Sor, Sungai Wandos, Sungai Wari dan Sungai Korem.


 

Suara Warga

Stefan: Dear Admin. Websitenya sudah bagus. Mungkin tambahan untuk bagian pengaduan masyarakatnya belum leng
Octavianus Mangge: Penyediaan Lpse oleh Pemda Biak Numfor ini,merupakan suatu langkah maju di Kabupaten Biak Numfor dim

Berita Terbaru

Tulisan Terbaru