SELAMAT DATANG DI WEBSITE PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BIAK NUMFOR

Lambang Daerah


Bagian Lambang

Lambang daerah terdiri dari 6 (enam) bagian yang menggambarkan unsur-unsur sejarah, sifat kesatria, ekonomis, sosial dan budaya, yang keseluruhannya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia:

1. Satu lingkaran yang terdiri dari setangkai padi yang terurai, yang terdiri dari 14 butir padi berwarna kuning emas dengan 3 lembar daun padi yang terletak di sebelah kiri serta setangkai kapas yang terdiri dari 4 kelompok daun berwarna putih dengan kelopak buah berwarna hijau yang terletak di sebelah kanan.

2. Dua ekor burung dara-mahkota (mambruk) dengan bulu badannya berwarna abu-abu dan bulu dadanya berwarna coklat.

3. Sebuah tugu berwarna hitam, berbentuk perisai dengan ukiran-ukirannya berwarna putih, sebanyak 8 buah.

4. Ombak laut berwarna putih sebanyak 3 susun dan 3 buah pulau berwarna biru muda dengan batas putih.

5. Sebuah pita berwarna putih melengkung ke atas dengan tulisan Kabupaten Biak Numfor.

6. Sebuah perisai bersudut lima berwarna dasar biru, dengan pinggir/tepi berwarna putih yang merupakan batas serta bentuk keseluruhan dari Lambang Daerah.


Arti dan Makan

Makna Lambang

1. Bentuk keseluruhan berupa perisai (tameng) bersudut lima melukiskan suatu pertahanan dan kesiap siagaan serta kebulatan tekad, baik phisik maupun mental dari rakyat daerah, di dalam mempertahankan daerahnya serta memperjuangkan cita-citanya menuju kemajuan serta kemakmuran daerahnya dengan tetap berpegang teguh dan berdasarkan Pancasila sebagai sumber motivasi pembangunan Bangsa.

2. Padi sebanyak 14 butir dengan 3 lembar daun berwarna kuning emas, melukiskan tanggal 14 Maret, sedangkan 4 kelompok daun berwarna hijau dan 8 buah kapas bersusun putih melukiskan tahun 1948
Keseluruhannya melukiskan tanggal 14 Maret 1948 adalah tanggal bersejarah perjuangan heroik Rakyat Daerah Biak Numfor dalam mempertahankan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945.

3. Dua ekor burung dara-mahkota (mambruk) dengan bulu dadanya berwarna abu-abu dan bulu dadanya berwarna coklat dengan perisai berhadap-hadapan, melukiskan temperamen daerah ini yang kreatif dan dinamis, serta mengutamakan sifat gotong royong dalam menghadapi kesulitan-kesulitan atas dasar musyawarah mufakat.

4. Sebuah tugu berwarna hitam berbentuk perisai melukiskan adanya segi-segi aspirasi dan potensi perjuangan dan kesatuan Bangsa yang ditandai dengan sebuah tugu sebagai tonggak sejarah dalam memenangkan PEPERA, sedangkan 8 buah ukiran yang khas berwarna putih melukiskan daerah ini terdiri dari 8 wilayah kecamatan

5. Tiga susun ombak berwarna putih dan 3 pulau, melukiskan bahwa daerah ini terdiri dari 3 buah pulau besar yaitu Biak, Numfor dan Supiori, di samping pulau-pulau kecil lainnya, yang terpisahkan oleh lautan dan bilangan 3 melukiskan perjuangan pengembalian wilayah Irian Jaya ke pangkuan Ibu Pertiwi ditempuh dengan perjuangan heroik TRIKORA.

6. Sebuah pita berwarna putih melengkung ke atas dengan tulisan Kabupaten Biak Numfor berwarna hitam menunjukkan bahwa daerah ini adalah Daerah Tingkat II Biak Numfor, dengan rakyatnya yang bersatu di dalam memperjuangkan cita-citanya mewujudkan suatu masyarakat yang adil dan makmur. Arti keseluruhannya adalah mencerminkan perjuangan heroik rakyat daerah ini dalam cita-cita mewujudkan kesejahteraan dan keadilan Sosial melalui tahap-tahap dan skala prioritas dalam melaksanakan pembangunan guna mencapai masyarakat asil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945


Arti Warna

1. Putih, berarti pengutamaan kesucian serta kejujuran sebagai dasar/landasan di dalam segala gerak langkah kehidupan perjuangan.

2. Kuning, berarti keluruhan sikap mental di dalam perwujudan tekad yang bulat serta cita-cita yang luhur.

3. Hijau, berarti kesuburan serta kemakmuran.
Bahwa daerah ini memiliki kekayaan alam yang secara potensial sangat besar baik di daratan maupun di lautan, yang dengan usaha-usaha penggalian serta pengolahannya untuk kemakmuran masyarakat.

4. Coklat, berarti optimis, rela berkorban serta bertanggung jawab di dalam menghadapi segala macam dan bentuk tugas, di dalam usaha merealisir cita-cita masyarakat.

5. Biru, berarti ketekunan da penggambaran alam di perairan. Bahwa dengan kekayaan alam serta ketenangan dan ketekunan masyarakat daerah ini, segala apa yang menjadi cita-citanya akan berhasil dilaksanakan, terutama di dalam melaksanakann Pembangunan darah ini,

6. Hitam, berarti kemantapan tekad serta tegas dan konsekuen di dalam melaksanakan setiap usaha pencapaian cita-cita masyarakat, yaitu masyarakat yang adil dan makmur.

7. Abu-abu, berarti menunjukkan sikap kerendahan hati dan rasa toleransi dalam rangka menciptakan rasa persatuan dan kesatuan Bangsa.



Catatan:
Dasar Hukum: Perda Kabupaten Tk II Teluk Cendrawasih Nomor 1 Tahun 1975 tentang "Lambang Daerah Tingkat II Teluk Cederawasih" sebagaimana telah dirubah degan Peraturan Daerah Kabupaten Biak Numfor Nomor 3 Tahun 1986 tentang "Perubahan untuk pertama kali Peraturan Daerah Kabupaten Tingkat II Teluk Cenderawasi Nomor 1 Tahun 1975 tentang Lambang Daerah Tingkat II Teluk Cederawasih".

Suara Warga

Stefan: Dear Admin. Websitenya sudah bagus. Mungkin tambahan untuk bagian pengaduan masyarakatnya belum leng
Octavianus Mangge: Penyediaan Lpse oleh Pemda Biak Numfor ini,merupakan suatu langkah maju di Kabupaten Biak Numfor dim

Berita Terbaru

Tulisan Terbaru