SELAMAT DATANG DI WEBSITE PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BIAK NUMFOR

Prestasi Daerah

Penghargaan Adipura dan Kalpataru(Humaspro)

Dari 400 Nominasi penerima Kalpataru seluruh Indonesia, Yohanes Wambrauw yang bertempat tinggal di Yenburwo Distrik Numfor Timur kabupaten Biak Numfor berhasil meraih Penghargaan Kalpataru Tahun 2016 kategori Pengabdi Lingkungan.
Yohanes Wambrauw adalah seorang guru yang mengajar di sebuah SMP negeri di Pulau Numfor Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua. Beliau bersama keluarga tinggal di kawasan pesisir sebelah utara pulau.Numfor dan kegiatan sehari-hari selain mengajar, juga mencari ikan di laut serta berkebun untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Seumur hidupnya beliau lahir dan tinggal di pulau Numfor dan selalu mencermati berbagai perubahan di lingkungan sekitarnya yang berdampak pada kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu penanaman mangrove beliau lakukan setelah mengamati bahwa lingkungan di dekat lokasi rumah terjadi kerusakan berupa .Abrasi pantai karena gempuran ombak besar yang datang dari laut lepas menggerus daratan dan disamping itu ombak juga membawa sampah lain berupa kayu log besar datang dari wilayah Manokwari atau pulau sekitarnya. Dengan keprihatinan melihat keadaan lingkungannya tersebut, akhirnya pada tahun 2004 bapak Yohanes Wambrauw berinisiatif mulai menanam pohon mangrove sekitar 100 meter dari bibir pantai. Ketika itu beliau menanam mangrove di wilayah seluas 4 hektar, kemudian bertambah menjadi 10 hektar dengan menggunakan jarak tanam 3 x 1.Dan setelah tahun 2008 warga kampung mulai ikut mendukung sehingga kawasan itu sudah berkembang menjadi sekitar 30 hektar hingga ke batas pintu masuk pelabuhan.
Perjuangan Bapak Yohanes Wambrauw awalnya banyak menghadapi tantangan karena ada Masyarakat yang yang mulanya menganggapnya orang gila dan bahkan ada yang mencabut bibit mangrove serta melakukan tindakan perusakan lain. Namun beliau tak peduli dan terus menanam setiap hari, mengembalikan tanaman tersebut pada posisinya semula, sehingga beberapa tahun kemudian pohon mulai tumbuh besar dan secara perlahan-lahan berbagai jenis ikan, kerang, kepiting dan biota perairan lain juga mulai hadir. Padang lamun menyebar luas di dasar laut dan juga burung bersarang di antara pepohonan. Selain menjadi tempat untuk berkembang biak, kawasan mangrove ini juga sebagai tempat perlindungan dari predator besar.
Setelah beberapa tahun, warga masyarakat mulai merasakan dampak positifnya. Kini mereka tidak perlu lagi pergi jauh sampai ke tengah laut untuk mencari ikan tetapi cukup meminta izin kepada beliau untuk mengambil ikan, kerang dan lain-lain di lokasi penanaman Mangrove. Masyarakat akhirnya sadar bahwa kegiatan bapak Yohanes memberi banyak keuntungan bagi kehidupan mereka dan .Bapak Yohanes menjadi tempat mereka bertanya menggali pengetahuan tentang pentingnya kehadiran hutan mangrove.
Melihat antusiasme warga tersebut, bapak Yohanes Wambrauw berinisiatif membentuk sebuah kelompok, untuk mereplikasikan kegiatan penanaman Mangrove dan bersama anggota kelompoknya, Bapak Yohanes Wambrauw juga belajar secara otodidak mencoba memanfaatkan mangrove untuk menjadi tepung kue dan kayunya sebagai barang kerajinan contohnya asbak, patung ukiran dan lain-lain. Selain itu mereka mengusahakan barang kerajinan lain dari hasil hutan sekitarnya. Kini mereka sedang menjajaki kerjasama dengan pihak lain dalam memasarkan produknya.
Pada tahun 2015, pemerintah mulai mendukung usaha penyelamatan pesisir di pulau Numfor. Mereka mengajak bapak Yohanes Wambrauw untuk membina masyarakat di wilayah lain sambil memberi bantuan bibit mangrove.
Selain itu pula Bapak Yohanes Wambrauw juga melakukan penanaman pohon jenis lokal di tanah warisan keluarga beliau seluas 5 hektar dengan jenis pohon yang ditanam antara lain kayu besi, mintagor dan lain-lain, dimana jenis pohon tersebut hanya bisa ditemui di wilayah Papua saja.
Pemda Biak Numfor bersama masyarakat Kabupaten Biak Numfor patut bersyukur di hari Ulang Kabupaten Biak Numfor ke 98 Tahun 2016 ini dapat menerima kado terindah dengan informasi akan diserahkannya Piala Adipura ke tiga untuk Kabupaten Biak Numfor sebagai Kota kecil terbersih yang direncanakan akan diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 22 Juli 2016 di Lapangan Depan Istana Siak Kabupaten Siak Provinsi Riau.

Suara Warga

Stefan: Dear Admin. Websitenya sudah bagus. Mungkin tambahan untuk bagian pengaduan masyarakatnya belum leng
Octavianus Mangge: Penyediaan Lpse oleh Pemda Biak Numfor ini,merupakan suatu langkah maju di Kabupaten Biak Numfor dim

Berita Terbaru

Tulisan Terbaru